Saturday, May 15, 2010
kisahku
alhamdulillah. akhirnya posting lagi. ga enak banget kalau ga posting. hehehe. kali ini saya akan bercerita tentang fenomena aneh yang terjadi pada diri saya ini. fenomena aneh perjalanan cinta. mungkin kalian yang calon calon psikolog bisa membantu saya ? hehehe. okelah saya mulai. cerita dimulai saat saya dikelas 2 smp. masa masa penuh cerita konyol, menyedihkan, dan menyenangkan. saya berteman dengan semua murid di kelas. tanpa kecuali. namun ada satu gadis yang mendapat tempat spesial di hati saya. Saya sangat dekat dengannya. Pulang bareng. Satu kelompok dalam pelajaran. Pokoknya deketlah. Pada suatu saat saya merasa ada yang aneh. Koq gw seneng banget ya ngeliat dia. Apa gw suka ? Kemudian saya renungkan hal ini dan akhirnya pada konklusi gw suka ke dia. Nah fenomena aneh itu pun terjadi. Saya yang deket dengannya tiba tiba jauh. Dia menjauh. Sangat jauh bahkan lebih jauh dari ujung pandang. Hehehe ngejayus dikit. Saya yang sering smsan sama dia tiba tiba dia tidak membalas sms saya. Bersambung...
Thursday, March 11, 2010
fact
three facts about the Holocaust I would describe the opinion of the person.
de.nntp2http.com/sci/geschichte/2006/08/c3dc7a68f22f1b4490354868ad910fbd.html
1) The number of Jews who died under the control of Nazi's is LESS
from ONE million, NOT "six".
2) MOST of them died of epidemic typhus. Most of the dead REST
from hunger and lack of medical care due to Allied bombing
Raids against the food and drug supply lines.
3) German war AGAINST REAL Typhoid is a reason to shave my head,
fumigating the building, and cremating corpses, all of which have been
Too twisted and exaggerated by Zionists and their allies, to
political purposes, and as an excuse to justify their planned
Saber-rattling and MILITARY STATE TERRORISM, (BY FAR the WORST KIND of
terrorism), which we have seen happening, including in 1982
and 2006 HOLOCAUSTS in Lebanon.
from the above data should be considered that the number 6 million is a very ridiculous, very ridiculous oath, even though total population of Jews across Europe just as it was approximately 500 thousand people, how come there are millions of Jews murdered by Hitler's one - individually inserted into the gas chamber? This is ridiculous.
This really is a conspiracy created by the laknattullah it to take over the world, this is equal to the mission of the freemason and Illuminati who want to realize the new world order. The new world order in which they were the leaders.
eat that jews... hahaha... kiss my ass.. hahaha
de.nntp2http.com/sci/geschichte/2006/08/c3dc7a68f22f1b4490354868ad910fbd.html
1) The number of Jews who died under the control of Nazi's is LESS
from ONE million, NOT "six".
2) MOST of them died of epidemic typhus. Most of the dead REST
from hunger and lack of medical care due to Allied bombing
Raids against the food and drug supply lines.
3) German war AGAINST REAL Typhoid is a reason to shave my head,
fumigating the building, and cremating corpses, all of which have been
Too twisted and exaggerated by Zionists and their allies, to
political purposes, and as an excuse to justify their planned
Saber-rattling and MILITARY STATE TERRORISM, (BY FAR the WORST KIND of
terrorism), which we have seen happening, including in 1982
and 2006 HOLOCAUSTS in Lebanon.
from the above data should be considered that the number 6 million is a very ridiculous, very ridiculous oath, even though total population of Jews across Europe just as it was approximately 500 thousand people, how come there are millions of Jews murdered by Hitler's one - individually inserted into the gas chamber? This is ridiculous.
This really is a conspiracy created by the laknattullah it to take over the world, this is equal to the mission of the freemason and Illuminati who want to realize the new world order. The new world order in which they were the leaders.
eat that jews... hahaha... kiss my ass.. hahaha
Thursday, February 4, 2010
Pembunuhan Usman bin Affan
Usman bin Affan adalah seorang sahabat Rosul yang memiliki keistimewaan di mata umat Islam pada masanya. Selain termasuk sahabat yang mula-mula masuk Islam, ia adalah istri dari dua putri Rosulullah (yang satu menggantikan satunya yang meninggal) serta terkenal dengan kedermawanannya dalam membela Islam. Ketika menjabat sebagai khalifah, melalui komandan-komandan militer pilihannya beliau berhasil menaklukkan maghribi (Afrika Utara). Dan pada masa kepemimpinannya pula Al Qur'an berhasil dikodifikasi dan distrandarisasi.
Pada saat menjadi khalifah tahun 24 H, beliau sudah berumur 70 tahun dan itu menambah kepercayaan umat Islam terhadapnya yang menyangka beliau akan semakin dermawan dan bijaksana dengan keuzurannya.
Sementara itu kalangan ahlul bait (keluarga Rosul) dan kerabat Rosul (Bani Thalib dan Bani Hasyim) pimpinan Ali bin Abi Thalib pun ridho dengan kepemimpinan Usman, meski awalnya kecewa dengan mekanisme pemilihan khalifah yang telah menyingkirkan mereka dari kepemimpinan umat.
Namun harapan umat terhadap Usman ternyata sia-sia belaka. Usman menunjukkan kelemahan kepemimpinan yang parah sehingga secara de facto ia dikendalikan oleh keluarga dan kerabatnya. Akibatnya adalah pemerintahan sangat diwarnai dengan semangat KKN yang luar biasa gamblangnya. Usman mengangkat kerabatnya sendiri sebagai para pejabat penting seperti menteri, gubernur dan panglima perang, menggantikan para pejabat yang telah diangkat oleh pendahulunya, Abu Bakar dan Umar bin Khattab. Padahal dalam sumpahnya saat pemilihan khalifah, ia berjanji akan mengikuti kebijakan pendahulunya tersebut. Namun terhadap para pejabat yang juga kerabatnya, ia mempertahankan posisi mereka seperti Muawiyah yang menjadi gubernur Syria. Tidak hanya itu, ia juga mengambil alih aset-aset dan hak publik (baitul mal) untuk dibagi-bagikan kepada kerabat-kerabatnya semata.
Di antara pejabat yang diangkat Usman adalah Abdullah bin Sa`d bin Abi Sarh, saudara sesusuan Usman yang diangkat menjadi gubernur Mesir. Ia adalah seorang yang dijatuhi hukuman pengasingan oleh Rosul paska penaklukan Mekkah karena permusuhannya yang mendalam terhadap Rosul sebelum penaklukan Mekkah. Pendahulu Usman, Abu Bakar dan Umar bin Khattab tidak berani mengubah status hukuman tersebut, namun tidak bagi Usman. Sebenarnya masih menjadi toleransi umat jika Abdullah bersikap baik. Namun sebaliknya ia bersikap aniaya. Selain suka menghukum fisik rakyatnya, ia juga pemabuk. Dalam satu riwayat disebutkan ia mengimani sholat subuh dalam keadaan mabuk hingga jumlah rakaatnya menjadi empat.
Namun yang lebih menyakitkan umat adalah Usman dan kerabat-kerabatnya juga melakukan praktik-praktik kekerasan dalam menjalankan pemerintahannya terhadap pihak-pihak yang berselisih dengannya. Sebagai contoh Ammar bin Yassir pernah dipukul perutnya hingga tulang iganya patah. Abdullah bin Mas'ud dipukuli hingga babak belur. Muhammad bin Abu Bakar pernah mengalami percobaan pembunuhan. Abu Dzarr dan keluarganya dibuang ke gurun tandus hingga meninggal kehausan dan kelaparan.
Padahal mereka semua adalah sahabat-sahabat terdekat Rosulullah. Ammar bin Yassir adalah sahabat yang telah dijanjikan surga oleh Rosulullah karena pengorbanannya yang tidak terkira terhadap Islam. Demikian juga dengan Abu Dzarr, muslim pertama yang mengumumkan keisalamannya secara terbuka hingga mengundang orang-orang kafir Quraisy untuk mengeroyoknya beramai-ramai hingga nyaris tewas.
Perlu diketahui bahwa budaya tribalisme masih sangat kuat di kalangan bangsa Arab, apalagi di jaman dahulu. Penganiayaan terhadap seorang anggota suku apalagi pemimpinnya, akan membuat semua anggota suku dan anggota suku-suku sekutunya menaruh dendam kesumat kepada penganiayanya. Dalam hal ini Bani Ghifar (suku Abu Dzarr), Bani Makhzum (suku Ammar bin Yasir), Banu Zuhrah (sekutu Bani Makhzum), Banu Taym (suku Muhammad bin Abu Bakar), Banu Hudhayl (suku Abdullah bin Mas'ud) adalah beberapa suku yang membenci Usman bin Affan.
Tidak hanya penduduk Madinah, Muhajirin dan Anshar, penduduk luar kota juga membenci Usman karena penindasan yang dilakukan para pejabat kerabat Usman di wilayah mereka. Hingga saat kondisi sudah tidak tertahankan lagi oleh umat, masyarakat dari luar kota seperti Basrah, Kufah dan Mesir berkumpul di Madinah untuk melakukan aksi demonstrasi. Aksi ini tentu saja dilakukan melalui sebuah rencana bersama penduduk Madinah.
Aksi demo tersebut tidak dimaksudkan untuk menurunkan Usman dari kursi khalifah, apalagi untuk membunuhnya meski sebagian dari mereka diliputi kebencian yang besar terhadap Usman. Mereka sekedar menuntut agar Usman mengubah kepemimpinannya dan lebih memperhatikan kepentingan rakyat dibandingkan kerabatnya sendiri. Namun Usman menanggapinya lain. Ia merasa sangat terancam dengan aksi demonstrasi tersebut dan bermaksud untuk menindasnya dengan kekerasan. Dan setelah menyadari dirinya tidak mendapat dukungan penduduk Madinah kecuali kerabatnya Bani Umayah, ia mengirim surat kepada Muawiyah untuk mengirimkan tentara Syria ke Madinah. Namun Muawiyah mengabaikan permintaan Usman.
(Muawiyah memiliki pertimbangan sendiri. Kedudukannya saat itu belum terlalu kuat untuk menentang penduduk Madinah. Membenturkan diri dengan kekuatan penduduk Madinah akan membuatnya hancur bersama Usman. Dengan sabar namun aktif, ia menunggu saat yang tepat. Paska kematian Usman dan pengangkatan Ali sebagai khalifah, ia memprovokasi Aisyah, Thallah dan Zubeir untuk memberontak terhadap Ali. Dan kemudian setelah Ali menderita kelelahan setelah Perang Jamal yang menelan korban puluhan ribu umat Islam, Muawiyah baru turun dari kursinya untuk merebut kekuasaan).
Menyadari aksi demo biasa tidak membuahkan hasil, para demonstran mulai melakukan tindakan anarki dengan mengepung rumah Usman. Namun mereka masih membiarkan Usman pergi ke masjid untuk sholat berjemaah. Namun setelah Usman mengutuki para demonstran di atas mimbar, ia dilempari dengan berbagai benda hingga terjatuh. Sejak saat itu para demonstran mengepung total rumah Usman.
Menyadari keadaan sudah di luar kendali, Usman kemudian meminta saran Ali bin Thalib. "Saya memberi kuasa penuh kepada Anda untuk menyelesaikan masalah ini. Apapun keputusan Anda saya akan menurutinya," kata Usman kepada Ali.
Ali kemudian menemui para demonstran dari Mesir yang paling keras tuntutannya untuk mengganti gubernur Abdullah bin Sa'd dengan Muhammad bin Abu Bakar, putra khalifah pertama Abu Bakar. Setelah mendapat jaminan bahwa para demonstran asal Mesir akan menghentikan aksinya jika tuntutan mereka dipenuhi, Ali segera menemui Usman dan menyampaikan perundingannya dengan para demonstran Mesir.
Usman menyetujui permintaan demonstran Mesir, namun bersikeras meminta waktu tiga hari untuk menetapkannya. Maka setelah mendapat jaminan Ali, sebagian demonstran kembali ke Mesir bersama Muhammad bin Abu Bakar. Sebagian lainnya berkemah di lembah Dhakhushub. Setelah tiga hari Usman akan mengirimkan surat pemecatan Abdullah bin Sa'd dan pengangkatan Muhammad bin Abu Bakar sebagai gubernur Mesir. Maka untuk sementara persoalan teratasi.
Sehari setelah delegasi Mesir bersama Muhammad bin Abu Bakar meninggalkan Madinah, orang kepercayaan sekaligus sekretaris Usman, Marwan ibn al-Hakam, (Usman pernah memberi hadiah 100.000 dinar uang baitul mal untuk pesta pernikahannya dengan anak perempuan Usman hingga sahabat Rosul Arqam mengundurkan diri dari jabatan bendahara baitul mal sebagai protes), mengatakan kepada Usman: "Memang baik orang-orang itu telah pergi. Namun untuk menghentikan aksi-aksi serupa dimana orang-orang dari kota lain berdatangan ke Madinah untuk melakukan demonstrasi, Anda harus mengeluarkan pernyataan yang bisa membuat mereka tidak lagi berdatangan ke sini. Pernyataan itu adalah bahwa para demonstran dari Mesir telah mendengar desas-desus yang tidak berdasar. Dan setelah mendapat penjelasan sebenarnya, mereka merasa puas dan kembali ke negerinya.
Awalnya Usman menolak untuk membuat pernyataan penuh kebohongan itu, namun Marwan mendesaknya terus hingga Usman pun akhirnya setuju. Dan di Masjid Nabawi sehari kemudian Usman membuat pernyataan publik sebagaimana disarankan Marwan. Maka gegerlah Madinah dengan kabar "kebohongan" Usman itu. "Bertobatlah hai Usman. Takutlah kepada Allah!" teriak orang-orang kepada Usman. Usman pun menyesal dengan apa yang telah ia lakukan dan menyatakan penyesalannya. Untuk menguatkan penyesalannya itu Usman menghadapkan wajahnya ke kiblat dan berdoa di hadapan orang-orang.
Setelah Usman kembali ke rumahnya, Ali menyusul untuk memberikan nasihat. "Mungkin sebaiknya Anda membuat pernyataan penyesalan terbuka atas semua tindakan-tindakan Anda di masa lalu yang menyakiti rakyat. Kalau tidak besok orang-orang dari kota-kota lain akan berdatangan dan Anda kembali harus menyeret saya untuk mengatasi mereka. Usman pun menuruti saran Ali dan kembali membuat pernyataan terbuka di Masjid Nabawi. Dalam pernyataannya itu ia menyatakan penyesalan atas tindakan-tindakannya di masa lalu dan berjanji akan lebih berhati-hati lagi dalam membuat kebijakan. Ia juga berjanji akan memberikan ganti rugi pada siapa saja yang telah dirugikan oleh tindakan-tindakannya di masa lalu.
Rakyat menyambut pernyataan tersebut dengan penuh haru. Air mata bercucuran di mata mereka karena harapan yang kembali muncul umat Islam akan mengalami kejayaan dan rakyat hidup dalam keadilan dan kemakmuran.
Namun lagi-lagi Usman menunjukkan kelemahan yang luar biasa. Setelah kembali ke rumah dan bertemu kembali dengan Marwan, ia tidak dapat menolak saran-saran Marwan, bahkan meski istrinya, Na'ilah, telah berusaha kuat untuk mencegah Usman terjebak dalam jebakan Marwan.
Marwan mengatakan: "Apa yang telah Anda katakan di masjid, dan penyesalan apa yang telah Anda berikan? Menurut pandangan saya, melakukan satu dosa seribu kali lebih baik daripada penyesalan itu karena betapapun besarnya satu dosa masih ada ruang untuk bertobat, namun penyesalan karena paksaan bukanlah penyesalan yang sebenarnya. Anda telah mengetakan apa yang Anda katakan. Tapi lihatlah konsekwensinya, orang-orang berkumpul di muka pintu rumah Anda. Maka silahkan Anda temui mereka dan penuhi tuntutannya.
Usman menjawab tidak kalah "culas": "Saya telah mengatakan apa yang saya katakan. Sekarang tugas Anda mengatasi mereka."
Maka Marwan pun keluar dari rumah Usman dan berkata kepada orang-orang: "Kenapa kalian berkerumun di sini? Apakah kalian akan menyerang atau menjarah? Ingat, kalian tidak akan dengan mudah mengambil kekuasaan yang berada di tangan kami (Bani Umayah). Buang jauh-jauh keinginan dalam hati kalian untuk mengalahkan kami. Kami tidak akan dikalahkan oleh siapapun. Enyahkanlah wajah-wajah hitam kalian dari sini. Allah telah menghinakan kalian!".
Maka kemarahan kembali melanda rakyat Madinah kepada Usman, dengan kemarahan yang berlipat ganda mengingat pengkhiatan berulangkali yang dilakukan Usman kepada mereka. Demikian juga halnya dengan Ali. Segera ia menemui Usman dan berkata: "Demi Allah. Sangat buruk apa yang telah Anda lakukan terhadap umat. Setidaknya Anda semestinya memenuhi pernyataan Anda sendiri. Selanjutnya saya tidak akan turut campur lagi dalam semua masalah yang Anda hadapi." Tidak lupa Ali mengingatkan Usman untuk tidak mendengarkan saran-saran Marwan.
Di sisi lain rombongan Muhammad bin Abu Bakar telah sampai di ujung semenanjung Arab di pinggir Laut Merah di tempat bernama Aylah saat mereka melihat seorang penunggang onta memacu ontanya seperti dikejar setan. Curiga dengan tindakan itu mereka menghentikan orang itu dan mengajukan beberapa pertanyaan. Melalui beberapa pertanyaan akhirnya orang itu diketahui sebagai seorang budak milik Usman yang akan bertemu dengan gubernur Mesir Abdullah bin Sa'd. Curiga dengan fakta tersebut mereka pun menggeledah budak itu untuk mencari surat rahasia yang mungkin dibawa, namun tidak menemukan apapun yang mencurigakan.
"Buka tempat minumnya!" kata Kinanah ibn Bishr at-Tujibi, selah seorang dari rombongan Muhammad bin Abu Bakar. Ketika orang-orang enggan melaksanakan perintahnya karena tidak membayangkan adanya selembar surat di dalam air, Kinanah berkata lagi: "Kita berurusan dengan orang-orang yang sangat cerdik." Maka tempat air orang itu pun dibuka dan ditemukan selembar surat di dalam tabung kedap air. Setelah dibuka mereka semua terhenyak. Surat berstempel khalifah Usman yang ditujukan kepada Abdullah bin Sa'd itu mengatakan: "Jika rombongan Muhammad bin Abu Bakr sampai di hadapanmu, bunuhlah si fulan dan si fulan, tangkap di fulan dan si fulan, dan penjarakan si fulan dan si fulan. Anda tetap dengan jabatan Anda."
Menyadari bahaya yang mengancam mereka, rombongan pun kembali ke Madinah. Sesampainya di Madinah mereka mengumpulkan semua tokoh masyarakat, termasuk pada sahabat Rosul untuk membahas kondisi yang dihadapi. Semuanya marah kepada Usman. Beberapa sahabat Rosul pun bergegas menemui Usman untuk mengklarifikasi surat rahasia yang ditemukan.
Kepada rombongan sahabat, Usman mengakui budak dan stempel yang ditemukan adalah miliknya, namun ia mengaku tidak mengetahui siapa yang membuat dan mengirimkan surat itu. "Demi Tuhan. Semuanya atas nama Anda, tapi Anda tidak mengetahui siapa pembuatnya. Jika demikian lemahnya Anda, tinggalkan jabatan khalifah agar urusan umat bisa ditangani oleh orang yang lebih mampu!"
Namun Usman menolak melepaskan jabatan. "Tidak mungkin saya melepaskan jabatan yang telah diamanatkan Allah kepada saya!" kata Usman seolah ia lupa bahwa ia telah melakukan berbagai trik untuk meraih jabatan khalifah, termasuk melakukan sumpah palsu dengan janjinya akan mengikuti Al Qur'an, Sunnah Rosul serta sunnah Abu Bakar dan Umar bin Khattab. Padahal kebijakan pertama yang dilakukannya justru mengganti para pejabat yang diangkat Abu Bakar dan Umar dengan kerabatnya sendiri.
Para sahabat masih berusaha menghindari pertumpahan darah dengan melonggarkan tuntutan dengan imbalan Usman menyerahkan Marwan bin Hakam, orang yang dicurigai sebagai sang otak kejahatan. Namun Usman tetap menolak. Maka kerusuhan tidak dapat lagi dihindari saat orang-orang menyerbu rumah Usman tanpa dapat dicegah. Mereka mengepung rumah Usman dan bermaksud akan membakarnya.
Saat pengepungan itu terjadi, sahabat Rosul, Niyar bin `Iyad masih berusaha menyadarkan Usman dan berteriak di atas tembok. "Wahai Usman, demi Allah, hindarkan umat dari pertumpahan darah dan lepaskan jabatan khalifah!". Namun pada saat itu seorang pengawal rumah Usman melepaskan anak panah ke arah Niyar dan membunuhnya. Orang-orang pun berteriak meminta Usman untuk menyerahkan orang yang telah membunuh Niyar, tapi Usman menolak.
Orang-orang pun mulai membakar rumah Usman setelah gagal menerobos pengawalan para pendukung Usman yang terdiri dari keluarga Bani Umayah dan para budak. (Ada riwayat Ali bin Abi Thalib mengirimkan putra-putranya Hasan dan Husein untuk turut menjaga Usman. Demikian pula Zubeir bin Awwam yang mengirimkan putranya Abdullah bin Zubeir). Sahabat Rosul Amr bin Hazm al-Ansari yang rumahnya bersebelahan dengan rumah Usman membuka kebuntuan para pengepung dengan menawarkan rumahnya untuk digunakan menerobos rumah Usman. Orang-orang pun beramai-ramai menerobos rumah Usman lewat rumah Amr bin Hazm. Dan setelah melalui pertempuran singkat, pertahanan Usman runtuh. Sebagian pendukung Usman berhasil menyelamatkan diri atau bersembunyi di rumah Ummu Habibah (salah satu istri Rosulullah, saudari Muawiyah). Namun sebagian besar lainnya, termasuk Usman, tewas dibunuh.
Masih menjadi perdebatan tentang siapa yang membunuh Usman dan dengan cara bagaimana ia dibunuh. Seorang sejarahwan menulis Usman dibunuh dengan cara ditebas kepalanya oleh Thallah bin Ubaidillah, salah seorang sahabat utama Rosulullah yang diyakini sebagian muslim (Sunni) termasuk mereka yang dijamin masuk surga. Sebagian lainnya menyebutkan Muhammad bin Abu Bakar-lah yang telah membunuh Usman.
Menjadi perdebatan lainnya adalah keterlibatan para sahabat Rosulullah dalam peristiwa ini. Meski para ulama berusaha "menyembunyikan" keterlibatan tersebut. Bahwa pembunuh Usman adalah para pemberontak yang termakan oleh fitnah keji orang-orang munafik. Namun buku-buku sejarah maupun logika sehat menolak pendapat bahwa para sahabat Rosul terbebas dari peristiwa tragis tersebut. Tanpa bantuan penduduk Madinah yang mayoritas adalah sahabat Rosul, para demonstran dari Mesir dan luar kota lainnya tidak akan mampu membunuh Usman. Karena bagaimana pun Usman adalah seorang khalifah yang mendapat dukungan penuh dari kerabatnya, Bani Umayah yang sangat berpengaruh.
Buku-buku sejarah klasik menyebutkan keterlibatan (setidaknya) dua orang sahabat utama Rosul, Thallah bin Ubaidillah dan Zubeir bin Awwam, dan seorang istri Rosul, Aisyah.
Sejarahwan Islam Ibn Abi'l-Hadid menulis: "Mereka yang telah menuliskan peristiwa pembunuhan Usman menyatakan bahwa pada hari pembunuhan itu Thallah adalah salah seorang yang turut menyerang Usman, dengan wajah diliputi kemarahan ia melontarkan panah ke rumah Usman."
Ia juga menulis: Para sejarahwan juga menulis bahwa Zubeir berteriak-teriak "Bunuh Usman. Bunuh Usman. Sungguh ia telah kafir!". Ketika orang-orang mengingatkan bahwa putranya berada di rumah Usman, ia berkata "Meski putraku harus mati, Usman harus dibunuh!". (Sharh Nahj al-balaghah, vol.9, pp. 35-36)
Adapun mengenai Aisyah sejarahwan Ibnu Abd Rabbih menulis: Al-Mughirah bin Shu`bah mendatangi Aisyah yang berteriak: "O' Abu Abdillah, saya berharap kamu bersama saya waktu Perang Jamal berlangsung, saat mana panah-panah beterbangan menembus onta saya dan sebagian di antaranya menembus badan saya." Al Mughirah menjawab: "Saya sebenarnya berharap Anda meninggal saat itu." Aisyah terkejut dan berkata: "Mengapa kamu berkata begitu?". Al Mughirah pun menjawab: "Itu adalah balasan atas apa yang telah Anda lakukan terhadap Usman." (al-`Iqd al-farid, vol. 4, p. 294)
Pada saat menjadi khalifah tahun 24 H, beliau sudah berumur 70 tahun dan itu menambah kepercayaan umat Islam terhadapnya yang menyangka beliau akan semakin dermawan dan bijaksana dengan keuzurannya.
Sementara itu kalangan ahlul bait (keluarga Rosul) dan kerabat Rosul (Bani Thalib dan Bani Hasyim) pimpinan Ali bin Abi Thalib pun ridho dengan kepemimpinan Usman, meski awalnya kecewa dengan mekanisme pemilihan khalifah yang telah menyingkirkan mereka dari kepemimpinan umat.
Namun harapan umat terhadap Usman ternyata sia-sia belaka. Usman menunjukkan kelemahan kepemimpinan yang parah sehingga secara de facto ia dikendalikan oleh keluarga dan kerabatnya. Akibatnya adalah pemerintahan sangat diwarnai dengan semangat KKN yang luar biasa gamblangnya. Usman mengangkat kerabatnya sendiri sebagai para pejabat penting seperti menteri, gubernur dan panglima perang, menggantikan para pejabat yang telah diangkat oleh pendahulunya, Abu Bakar dan Umar bin Khattab. Padahal dalam sumpahnya saat pemilihan khalifah, ia berjanji akan mengikuti kebijakan pendahulunya tersebut. Namun terhadap para pejabat yang juga kerabatnya, ia mempertahankan posisi mereka seperti Muawiyah yang menjadi gubernur Syria. Tidak hanya itu, ia juga mengambil alih aset-aset dan hak publik (baitul mal) untuk dibagi-bagikan kepada kerabat-kerabatnya semata.
Di antara pejabat yang diangkat Usman adalah Abdullah bin Sa`d bin Abi Sarh, saudara sesusuan Usman yang diangkat menjadi gubernur Mesir. Ia adalah seorang yang dijatuhi hukuman pengasingan oleh Rosul paska penaklukan Mekkah karena permusuhannya yang mendalam terhadap Rosul sebelum penaklukan Mekkah. Pendahulu Usman, Abu Bakar dan Umar bin Khattab tidak berani mengubah status hukuman tersebut, namun tidak bagi Usman. Sebenarnya masih menjadi toleransi umat jika Abdullah bersikap baik. Namun sebaliknya ia bersikap aniaya. Selain suka menghukum fisik rakyatnya, ia juga pemabuk. Dalam satu riwayat disebutkan ia mengimani sholat subuh dalam keadaan mabuk hingga jumlah rakaatnya menjadi empat.
Namun yang lebih menyakitkan umat adalah Usman dan kerabat-kerabatnya juga melakukan praktik-praktik kekerasan dalam menjalankan pemerintahannya terhadap pihak-pihak yang berselisih dengannya. Sebagai contoh Ammar bin Yassir pernah dipukul perutnya hingga tulang iganya patah. Abdullah bin Mas'ud dipukuli hingga babak belur. Muhammad bin Abu Bakar pernah mengalami percobaan pembunuhan. Abu Dzarr dan keluarganya dibuang ke gurun tandus hingga meninggal kehausan dan kelaparan.
Padahal mereka semua adalah sahabat-sahabat terdekat Rosulullah. Ammar bin Yassir adalah sahabat yang telah dijanjikan surga oleh Rosulullah karena pengorbanannya yang tidak terkira terhadap Islam. Demikian juga dengan Abu Dzarr, muslim pertama yang mengumumkan keisalamannya secara terbuka hingga mengundang orang-orang kafir Quraisy untuk mengeroyoknya beramai-ramai hingga nyaris tewas.
Perlu diketahui bahwa budaya tribalisme masih sangat kuat di kalangan bangsa Arab, apalagi di jaman dahulu. Penganiayaan terhadap seorang anggota suku apalagi pemimpinnya, akan membuat semua anggota suku dan anggota suku-suku sekutunya menaruh dendam kesumat kepada penganiayanya. Dalam hal ini Bani Ghifar (suku Abu Dzarr), Bani Makhzum (suku Ammar bin Yasir), Banu Zuhrah (sekutu Bani Makhzum), Banu Taym (suku Muhammad bin Abu Bakar), Banu Hudhayl (suku Abdullah bin Mas'ud) adalah beberapa suku yang membenci Usman bin Affan.
Tidak hanya penduduk Madinah, Muhajirin dan Anshar, penduduk luar kota juga membenci Usman karena penindasan yang dilakukan para pejabat kerabat Usman di wilayah mereka. Hingga saat kondisi sudah tidak tertahankan lagi oleh umat, masyarakat dari luar kota seperti Basrah, Kufah dan Mesir berkumpul di Madinah untuk melakukan aksi demonstrasi. Aksi ini tentu saja dilakukan melalui sebuah rencana bersama penduduk Madinah.
Aksi demo tersebut tidak dimaksudkan untuk menurunkan Usman dari kursi khalifah, apalagi untuk membunuhnya meski sebagian dari mereka diliputi kebencian yang besar terhadap Usman. Mereka sekedar menuntut agar Usman mengubah kepemimpinannya dan lebih memperhatikan kepentingan rakyat dibandingkan kerabatnya sendiri. Namun Usman menanggapinya lain. Ia merasa sangat terancam dengan aksi demonstrasi tersebut dan bermaksud untuk menindasnya dengan kekerasan. Dan setelah menyadari dirinya tidak mendapat dukungan penduduk Madinah kecuali kerabatnya Bani Umayah, ia mengirim surat kepada Muawiyah untuk mengirimkan tentara Syria ke Madinah. Namun Muawiyah mengabaikan permintaan Usman.
(Muawiyah memiliki pertimbangan sendiri. Kedudukannya saat itu belum terlalu kuat untuk menentang penduduk Madinah. Membenturkan diri dengan kekuatan penduduk Madinah akan membuatnya hancur bersama Usman. Dengan sabar namun aktif, ia menunggu saat yang tepat. Paska kematian Usman dan pengangkatan Ali sebagai khalifah, ia memprovokasi Aisyah, Thallah dan Zubeir untuk memberontak terhadap Ali. Dan kemudian setelah Ali menderita kelelahan setelah Perang Jamal yang menelan korban puluhan ribu umat Islam, Muawiyah baru turun dari kursinya untuk merebut kekuasaan).
Menyadari aksi demo biasa tidak membuahkan hasil, para demonstran mulai melakukan tindakan anarki dengan mengepung rumah Usman. Namun mereka masih membiarkan Usman pergi ke masjid untuk sholat berjemaah. Namun setelah Usman mengutuki para demonstran di atas mimbar, ia dilempari dengan berbagai benda hingga terjatuh. Sejak saat itu para demonstran mengepung total rumah Usman.
Menyadari keadaan sudah di luar kendali, Usman kemudian meminta saran Ali bin Thalib. "Saya memberi kuasa penuh kepada Anda untuk menyelesaikan masalah ini. Apapun keputusan Anda saya akan menurutinya," kata Usman kepada Ali.
Ali kemudian menemui para demonstran dari Mesir yang paling keras tuntutannya untuk mengganti gubernur Abdullah bin Sa'd dengan Muhammad bin Abu Bakar, putra khalifah pertama Abu Bakar. Setelah mendapat jaminan bahwa para demonstran asal Mesir akan menghentikan aksinya jika tuntutan mereka dipenuhi, Ali segera menemui Usman dan menyampaikan perundingannya dengan para demonstran Mesir.
Usman menyetujui permintaan demonstran Mesir, namun bersikeras meminta waktu tiga hari untuk menetapkannya. Maka setelah mendapat jaminan Ali, sebagian demonstran kembali ke Mesir bersama Muhammad bin Abu Bakar. Sebagian lainnya berkemah di lembah Dhakhushub. Setelah tiga hari Usman akan mengirimkan surat pemecatan Abdullah bin Sa'd dan pengangkatan Muhammad bin Abu Bakar sebagai gubernur Mesir. Maka untuk sementara persoalan teratasi.
Sehari setelah delegasi Mesir bersama Muhammad bin Abu Bakar meninggalkan Madinah, orang kepercayaan sekaligus sekretaris Usman, Marwan ibn al-Hakam, (Usman pernah memberi hadiah 100.000 dinar uang baitul mal untuk pesta pernikahannya dengan anak perempuan Usman hingga sahabat Rosul Arqam mengundurkan diri dari jabatan bendahara baitul mal sebagai protes), mengatakan kepada Usman: "Memang baik orang-orang itu telah pergi. Namun untuk menghentikan aksi-aksi serupa dimana orang-orang dari kota lain berdatangan ke Madinah untuk melakukan demonstrasi, Anda harus mengeluarkan pernyataan yang bisa membuat mereka tidak lagi berdatangan ke sini. Pernyataan itu adalah bahwa para demonstran dari Mesir telah mendengar desas-desus yang tidak berdasar. Dan setelah mendapat penjelasan sebenarnya, mereka merasa puas dan kembali ke negerinya.
Awalnya Usman menolak untuk membuat pernyataan penuh kebohongan itu, namun Marwan mendesaknya terus hingga Usman pun akhirnya setuju. Dan di Masjid Nabawi sehari kemudian Usman membuat pernyataan publik sebagaimana disarankan Marwan. Maka gegerlah Madinah dengan kabar "kebohongan" Usman itu. "Bertobatlah hai Usman. Takutlah kepada Allah!" teriak orang-orang kepada Usman. Usman pun menyesal dengan apa yang telah ia lakukan dan menyatakan penyesalannya. Untuk menguatkan penyesalannya itu Usman menghadapkan wajahnya ke kiblat dan berdoa di hadapan orang-orang.
Setelah Usman kembali ke rumahnya, Ali menyusul untuk memberikan nasihat. "Mungkin sebaiknya Anda membuat pernyataan penyesalan terbuka atas semua tindakan-tindakan Anda di masa lalu yang menyakiti rakyat. Kalau tidak besok orang-orang dari kota-kota lain akan berdatangan dan Anda kembali harus menyeret saya untuk mengatasi mereka. Usman pun menuruti saran Ali dan kembali membuat pernyataan terbuka di Masjid Nabawi. Dalam pernyataannya itu ia menyatakan penyesalan atas tindakan-tindakannya di masa lalu dan berjanji akan lebih berhati-hati lagi dalam membuat kebijakan. Ia juga berjanji akan memberikan ganti rugi pada siapa saja yang telah dirugikan oleh tindakan-tindakannya di masa lalu.
Rakyat menyambut pernyataan tersebut dengan penuh haru. Air mata bercucuran di mata mereka karena harapan yang kembali muncul umat Islam akan mengalami kejayaan dan rakyat hidup dalam keadilan dan kemakmuran.
Namun lagi-lagi Usman menunjukkan kelemahan yang luar biasa. Setelah kembali ke rumah dan bertemu kembali dengan Marwan, ia tidak dapat menolak saran-saran Marwan, bahkan meski istrinya, Na'ilah, telah berusaha kuat untuk mencegah Usman terjebak dalam jebakan Marwan.
Marwan mengatakan: "Apa yang telah Anda katakan di masjid, dan penyesalan apa yang telah Anda berikan? Menurut pandangan saya, melakukan satu dosa seribu kali lebih baik daripada penyesalan itu karena betapapun besarnya satu dosa masih ada ruang untuk bertobat, namun penyesalan karena paksaan bukanlah penyesalan yang sebenarnya. Anda telah mengetakan apa yang Anda katakan. Tapi lihatlah konsekwensinya, orang-orang berkumpul di muka pintu rumah Anda. Maka silahkan Anda temui mereka dan penuhi tuntutannya.
Usman menjawab tidak kalah "culas": "Saya telah mengatakan apa yang saya katakan. Sekarang tugas Anda mengatasi mereka."
Maka Marwan pun keluar dari rumah Usman dan berkata kepada orang-orang: "Kenapa kalian berkerumun di sini? Apakah kalian akan menyerang atau menjarah? Ingat, kalian tidak akan dengan mudah mengambil kekuasaan yang berada di tangan kami (Bani Umayah). Buang jauh-jauh keinginan dalam hati kalian untuk mengalahkan kami. Kami tidak akan dikalahkan oleh siapapun. Enyahkanlah wajah-wajah hitam kalian dari sini. Allah telah menghinakan kalian!".
Maka kemarahan kembali melanda rakyat Madinah kepada Usman, dengan kemarahan yang berlipat ganda mengingat pengkhiatan berulangkali yang dilakukan Usman kepada mereka. Demikian juga halnya dengan Ali. Segera ia menemui Usman dan berkata: "Demi Allah. Sangat buruk apa yang telah Anda lakukan terhadap umat. Setidaknya Anda semestinya memenuhi pernyataan Anda sendiri. Selanjutnya saya tidak akan turut campur lagi dalam semua masalah yang Anda hadapi." Tidak lupa Ali mengingatkan Usman untuk tidak mendengarkan saran-saran Marwan.
Di sisi lain rombongan Muhammad bin Abu Bakar telah sampai di ujung semenanjung Arab di pinggir Laut Merah di tempat bernama Aylah saat mereka melihat seorang penunggang onta memacu ontanya seperti dikejar setan. Curiga dengan tindakan itu mereka menghentikan orang itu dan mengajukan beberapa pertanyaan. Melalui beberapa pertanyaan akhirnya orang itu diketahui sebagai seorang budak milik Usman yang akan bertemu dengan gubernur Mesir Abdullah bin Sa'd. Curiga dengan fakta tersebut mereka pun menggeledah budak itu untuk mencari surat rahasia yang mungkin dibawa, namun tidak menemukan apapun yang mencurigakan.
"Buka tempat minumnya!" kata Kinanah ibn Bishr at-Tujibi, selah seorang dari rombongan Muhammad bin Abu Bakar. Ketika orang-orang enggan melaksanakan perintahnya karena tidak membayangkan adanya selembar surat di dalam air, Kinanah berkata lagi: "Kita berurusan dengan orang-orang yang sangat cerdik." Maka tempat air orang itu pun dibuka dan ditemukan selembar surat di dalam tabung kedap air. Setelah dibuka mereka semua terhenyak. Surat berstempel khalifah Usman yang ditujukan kepada Abdullah bin Sa'd itu mengatakan: "Jika rombongan Muhammad bin Abu Bakr sampai di hadapanmu, bunuhlah si fulan dan si fulan, tangkap di fulan dan si fulan, dan penjarakan si fulan dan si fulan. Anda tetap dengan jabatan Anda."
Menyadari bahaya yang mengancam mereka, rombongan pun kembali ke Madinah. Sesampainya di Madinah mereka mengumpulkan semua tokoh masyarakat, termasuk pada sahabat Rosul untuk membahas kondisi yang dihadapi. Semuanya marah kepada Usman. Beberapa sahabat Rosul pun bergegas menemui Usman untuk mengklarifikasi surat rahasia yang ditemukan.
Kepada rombongan sahabat, Usman mengakui budak dan stempel yang ditemukan adalah miliknya, namun ia mengaku tidak mengetahui siapa yang membuat dan mengirimkan surat itu. "Demi Tuhan. Semuanya atas nama Anda, tapi Anda tidak mengetahui siapa pembuatnya. Jika demikian lemahnya Anda, tinggalkan jabatan khalifah agar urusan umat bisa ditangani oleh orang yang lebih mampu!"
Namun Usman menolak melepaskan jabatan. "Tidak mungkin saya melepaskan jabatan yang telah diamanatkan Allah kepada saya!" kata Usman seolah ia lupa bahwa ia telah melakukan berbagai trik untuk meraih jabatan khalifah, termasuk melakukan sumpah palsu dengan janjinya akan mengikuti Al Qur'an, Sunnah Rosul serta sunnah Abu Bakar dan Umar bin Khattab. Padahal kebijakan pertama yang dilakukannya justru mengganti para pejabat yang diangkat Abu Bakar dan Umar dengan kerabatnya sendiri.
Para sahabat masih berusaha menghindari pertumpahan darah dengan melonggarkan tuntutan dengan imbalan Usman menyerahkan Marwan bin Hakam, orang yang dicurigai sebagai sang otak kejahatan. Namun Usman tetap menolak. Maka kerusuhan tidak dapat lagi dihindari saat orang-orang menyerbu rumah Usman tanpa dapat dicegah. Mereka mengepung rumah Usman dan bermaksud akan membakarnya.
Saat pengepungan itu terjadi, sahabat Rosul, Niyar bin `Iyad masih berusaha menyadarkan Usman dan berteriak di atas tembok. "Wahai Usman, demi Allah, hindarkan umat dari pertumpahan darah dan lepaskan jabatan khalifah!". Namun pada saat itu seorang pengawal rumah Usman melepaskan anak panah ke arah Niyar dan membunuhnya. Orang-orang pun berteriak meminta Usman untuk menyerahkan orang yang telah membunuh Niyar, tapi Usman menolak.
Orang-orang pun mulai membakar rumah Usman setelah gagal menerobos pengawalan para pendukung Usman yang terdiri dari keluarga Bani Umayah dan para budak. (Ada riwayat Ali bin Abi Thalib mengirimkan putra-putranya Hasan dan Husein untuk turut menjaga Usman. Demikian pula Zubeir bin Awwam yang mengirimkan putranya Abdullah bin Zubeir). Sahabat Rosul Amr bin Hazm al-Ansari yang rumahnya bersebelahan dengan rumah Usman membuka kebuntuan para pengepung dengan menawarkan rumahnya untuk digunakan menerobos rumah Usman. Orang-orang pun beramai-ramai menerobos rumah Usman lewat rumah Amr bin Hazm. Dan setelah melalui pertempuran singkat, pertahanan Usman runtuh. Sebagian pendukung Usman berhasil menyelamatkan diri atau bersembunyi di rumah Ummu Habibah (salah satu istri Rosulullah, saudari Muawiyah). Namun sebagian besar lainnya, termasuk Usman, tewas dibunuh.
Masih menjadi perdebatan tentang siapa yang membunuh Usman dan dengan cara bagaimana ia dibunuh. Seorang sejarahwan menulis Usman dibunuh dengan cara ditebas kepalanya oleh Thallah bin Ubaidillah, salah seorang sahabat utama Rosulullah yang diyakini sebagian muslim (Sunni) termasuk mereka yang dijamin masuk surga. Sebagian lainnya menyebutkan Muhammad bin Abu Bakar-lah yang telah membunuh Usman.
Menjadi perdebatan lainnya adalah keterlibatan para sahabat Rosulullah dalam peristiwa ini. Meski para ulama berusaha "menyembunyikan" keterlibatan tersebut. Bahwa pembunuh Usman adalah para pemberontak yang termakan oleh fitnah keji orang-orang munafik. Namun buku-buku sejarah maupun logika sehat menolak pendapat bahwa para sahabat Rosul terbebas dari peristiwa tragis tersebut. Tanpa bantuan penduduk Madinah yang mayoritas adalah sahabat Rosul, para demonstran dari Mesir dan luar kota lainnya tidak akan mampu membunuh Usman. Karena bagaimana pun Usman adalah seorang khalifah yang mendapat dukungan penuh dari kerabatnya, Bani Umayah yang sangat berpengaruh.
Buku-buku sejarah klasik menyebutkan keterlibatan (setidaknya) dua orang sahabat utama Rosul, Thallah bin Ubaidillah dan Zubeir bin Awwam, dan seorang istri Rosul, Aisyah.
Sejarahwan Islam Ibn Abi'l-Hadid menulis: "Mereka yang telah menuliskan peristiwa pembunuhan Usman menyatakan bahwa pada hari pembunuhan itu Thallah adalah salah seorang yang turut menyerang Usman, dengan wajah diliputi kemarahan ia melontarkan panah ke rumah Usman."
Ia juga menulis: Para sejarahwan juga menulis bahwa Zubeir berteriak-teriak "Bunuh Usman. Bunuh Usman. Sungguh ia telah kafir!". Ketika orang-orang mengingatkan bahwa putranya berada di rumah Usman, ia berkata "Meski putraku harus mati, Usman harus dibunuh!". (Sharh Nahj al-balaghah, vol.9, pp. 35-36)
Adapun mengenai Aisyah sejarahwan Ibnu Abd Rabbih menulis: Al-Mughirah bin Shu`bah mendatangi Aisyah yang berteriak: "O' Abu Abdillah, saya berharap kamu bersama saya waktu Perang Jamal berlangsung, saat mana panah-panah beterbangan menembus onta saya dan sebagian di antaranya menembus badan saya." Al Mughirah menjawab: "Saya sebenarnya berharap Anda meninggal saat itu." Aisyah terkejut dan berkata: "Mengapa kamu berkata begitu?". Al Mughirah pun menjawab: "Itu adalah balasan atas apa yang telah Anda lakukan terhadap Usman." (al-`Iqd al-farid, vol. 4, p. 294)
Hitler
Selama ini kita mendapat indoktrinasi yang sangat massif tentang sisi negatif Adolf Hitler sehingga tidak tersisa sedikit pun kebaikan pada dirinya. Dengan indoktrinasi itu Adolf Hitler tergambarkan di benak seluruh penduduk dunia selama puluhan tahun sebagai "manusia gila yang haus perang".
Tapi fakta-fakta berikut ini mengajak kita untuk mengkaji kembali apakah Hitler benar-benar seperti gambaran tersebut di atas?
1. Hitler membangun garis pertahanan dengan Perancis yang disebut Siegfried Line, seolah-olah Jerman justru merasa khawatir akan mendapatkan serangan dari barat (Perancis dan Inggris).
2. Hitler tidak membangun angkatan laut yang kuat, setidaknya untuk mengimbangi angkatan laut Inggris yang merupakan penguasa lautan sebelum perang dunia II. Keberhasilan angkatan laut Jerman hanyalah kapal-kapal selamnya yang dapat mengganggu jalur perdagangan laut Inggris sebelum dihentikan sama sekali oleh Inggris setelah Inggris berhasil menemukan peralatan radar yang mampu mendeteksi keberadaan kapal selam dan menghancurkannya dengan bom bawah permukaan.
3. Hitler tidak membangun armada pengebom strategis. Armada pengebom yang dimiliki Jerman bahkan tidak dapat terbang mencapai Inggris dari Jerman.
4. Hitler memerintahkan pasukannya untuk membiarkan pasukan Inggris dan Perancis yang terjebak di pantai Dunkirk untuk melarikan diri ke Inggris dengan menggunakan ribuan kapal besar dan kecil. Ratusan ribu pasukan yang selamat karena kebaikan Hitler itu kemudian berbalik menghancurkan pasukan Jerman.
5. Hitler menawarkan perdamaian dengan Inggris dua kali. Pertama setelah pendudukan Polandia, dan kedua setelah Jerman menduduki Perancis. Ia juga mengirimkan deputinya, Rudolp Hess, terbang ke Skotlandia untuk menemui seorang bangsawan Inggris yang anti-perang sebelum akhirnya pesawat Hess ditembak jatuh dan Hess dipenjara tanpa proses pengadilan dan diberi kesempatan untuk menyatakan maksud kedatangannya ke Inggris.
6. Setelah berhasil menduduki Perancis dan berhasil mendirikan pemerintahan Perancis yang akomodatif dengan Jerman, Hitler membiarkan begitu saja armada angkatan laut Perancis di luar negeri, tidak memasukkannya ke dalam komando perang Jerman-Perancis. Akibatnya armada tersebut justru memerangi Jerman.
7. Hitler melarang Mussolini menyerbu Yunani. Larangan ini dilanggar Mussolini dan kemudian justru menjadi bola api panas bagi Jerman. Untuk memadamkan perlawanan Yunani, Jerman terpaksa harus mengalihkan sebagian pasukannya untuk membantu Mussolini.
8. Jerman menyerang Polandia karena negeri itu terus mempermainkan Jerman (karena provokasi Inggris dan Perancis) dalam perundingan soal wilayah Sudetan, wilayah Jerman yang secara tidak adil diserahkan kepada Polandia dalam Perjanjian Perancis tahun 1919.
Ketika banyak dogma sejarah seputar Perang Dunia II yang terbongkar kepalsuannya sebagaimana kepalsuan "holocoust", persepsi serba negatif terhadap Adolf Hitler juga sebaiknya dikaji kembali. Kita harus melihat sebuah peristiwa dari berbagai sudut agar penilaian kita menjadi lebih obyektif.
Perlu diketahui bahwa Perang Dunia I dan peristiwa-peristiwa selanjutnya yang menjadi salah satu faktor utama terjadinya perang dunia selanjutnya, cukup memberi alasan rakyat Jerman yang dipimpin Hitler untuk melakukan langkah-langkah yang menjadi pretex kelahiran perang dunia II.
Jerman secara militer sebenarnya telah memenangkan perang dunia I. Tidak ada seorang prajurit bahkan sebutir peluru musuh yang memasuki wilayah Jerman. Sebaliknya Perancis dan Inggris menderita kehancuran militer dan ekonomi. Armada kapal selam Jerman yang superior pada masa itu berhasil menetralisir armada laut Inggris yang superpower dan memblokade Inggris secara total. Angkatan Perang Perancis hancur dalam Perang Parit di Verdun dan Somme. Rusia menarik diri dari medan perang setelah menderita kekalahan hebat.
Namun tiba-tiba saja tanpa pernah diperkirakan Jerman dan sekutunya, Amerika melibatkan diri. Dengan jumlah pasukan yang mencapai 1 juta orang lebih yang diterjunkan ke Eropa (dan korbannya mencapai 150.000 orang lebih), Amerika berhasil merubah keseimbangan perang dan kemudian memaksa Jerman menyerah. Inggris pun tampil sebagai pemenang, tapi dengan syarat yang telah ditentukan sebelum Amerika tampil, yaitu memberikan tanah Palestina yang merupakan wilayah administratif Inggris, kepada orang-orang yahudi untuk didirikan negara Israel melalui sebuah dokumen yang dikenal sebagai Deklarasi Balfour.
Keterlibatan Amerika dan gerakan pendirian negara Israel di Palestina menyadarkan rakyat Jerman bahwa orang-orang yahudi telah mengkhianati mereka, termasuk orang-orang yahudi yang tinggal di Jerman. Ditambah dengan periswita Revolusi Bolshevik di Rusia dan gerakan komunisme yang marak di Jerman dan negara-negara Eropa yang diketahui luas oleh masyarakat digerakkan oleh orang-orang yahudi, rakyat Jerman menjadi sangat antipati terhadap orang-orang yahudi. Ditambah dengan Perjanjian Paris yang mengakhiri perang dunia I yang sangat memberatkan ekonomi Jerman, sempurnalah sudah pengkhiatan orang-orang yahudi terhadap Jerman. (Perjanjian ini dirancang oleh orang-orang yahudi, dihadiri oleh 117 tokoh yahudi internasional).
Padahal sebenarnya orang-orang yahudi telah mendapatkan semuanya di Jerman. Orang-orang terkaya di dunia saat itu sebagian besarnya adalah orang yahudi Jerman. Ada Rathenau. Ada Balin yang memiliki dua perusahaan pelayaran laut raksasa North German Lloyd’s dan Hamburg-American Lines. Ada Bleichroder yang mengurusi perusahaan keuangan keluarga Hohenzollern. Ada keluarga Warburg yang menguasai perbankan internasional, termasuk memiliki saham bank sentral Amerika. Jerman juga menjadi tempat pelarian yang nyaman orang-orang komunis Rusia yang gagal dalam pemberontakan pertama tahun 1905.
Lalu apa kesalah Jerman sehingga orang-orang yahudi memusuhinya? Kesalahannya adalah karena Jerman muncul sebagai negara kuat yang makmur sejak akhir abad 19. Dan bagi orang-orang yahudi negara seperti itu menjadi sasaran paling "enak" untuk dikuasai, dihisap madunya dan kemudian dibiarkan mati untuk ditinggalkan dan orang-orang yahudi itu pindah ke negara lainnya yang tumbuh kuat. Mereka telah melakukan hal itu di Mesir (datang sebagai pengungsi di jaman nabi Yusuf, kemudian menjadi penguasa sebelum jaman nabi Musa). Mereka juga melakukannya pada bangsa Babilonia, Persia (jaman Raja Cyrus), Romawi, Inggris, dan saat ini Amerika. (Orang-orang yahudi juga mulai aktif berbisnis di Cina, negara yang diperkirakan dalam satu dasawarsa mendatang akan menjadi negara superpower ekonomi dan militer mengalahkan Amerika).
Pengkhianatan yahudi kepada Jerman tidak berhenti sampai Perjanjian Paris tahun 1919. Orang-orang komunis yahudi berusaha mengambil alih kekuasaan atas negeri Jerman yang hancur setelah perang. Mereka bahkan sempat menguasai wilayah Bavaria tahun 1919. Kenyataannya bahwa setelah perang, keluarga kaisar Jerman tinggal di Belanda karena khawatir nasibnya akan sama dengan tsar Rusia yang dikudeta oleh orang-orang komunis yahudi dan dieksekusi mati dengan keji.
Bahkan setelah pemberontakan komunisme Jerman dihancurkan, orang-orang yahudi Jerman terus aktif berusaha menguasai negara, sementara orang Jerman melawan tanpa kekerasan. Saat itu rakyat Jerman berjumlah sekitar 90 juta jiwa dan orang yahudi hanya 460.000 jiwa. Namun yahudi menguasai pers, dan sumber-sumber ekonomi vital yang merosot harganya karena perang dan diborong oleh orang-orang yahudi. Bahkan ketika masyarakat yahudi internasional menyerukan boikot terhadap Jerman, rakyat Jerman masih menahan diri.
Aksi-aksi kekerasan oleh rakyat Jerman baru terjadi setelah seorang pemuda yahudi menembak mati seorang diplomat Jerman di Perancis tahun 1938. Namun bahkan dalam situasi seperti ini rakyat Jerman masih memperlakukan orang-orang yahudi secara manusiawi. Dan yang mengejutkan adalah bahwa Hitler bahkan memberikan solusi kepada orang-orang yahudi untuk pindah ke Palestina dengan damai, utuh dengan harta bendanya.
Tapi fakta-fakta berikut ini mengajak kita untuk mengkaji kembali apakah Hitler benar-benar seperti gambaran tersebut di atas?
1. Hitler membangun garis pertahanan dengan Perancis yang disebut Siegfried Line, seolah-olah Jerman justru merasa khawatir akan mendapatkan serangan dari barat (Perancis dan Inggris).
2. Hitler tidak membangun angkatan laut yang kuat, setidaknya untuk mengimbangi angkatan laut Inggris yang merupakan penguasa lautan sebelum perang dunia II. Keberhasilan angkatan laut Jerman hanyalah kapal-kapal selamnya yang dapat mengganggu jalur perdagangan laut Inggris sebelum dihentikan sama sekali oleh Inggris setelah Inggris berhasil menemukan peralatan radar yang mampu mendeteksi keberadaan kapal selam dan menghancurkannya dengan bom bawah permukaan.
3. Hitler tidak membangun armada pengebom strategis. Armada pengebom yang dimiliki Jerman bahkan tidak dapat terbang mencapai Inggris dari Jerman.
4. Hitler memerintahkan pasukannya untuk membiarkan pasukan Inggris dan Perancis yang terjebak di pantai Dunkirk untuk melarikan diri ke Inggris dengan menggunakan ribuan kapal besar dan kecil. Ratusan ribu pasukan yang selamat karena kebaikan Hitler itu kemudian berbalik menghancurkan pasukan Jerman.
5. Hitler menawarkan perdamaian dengan Inggris dua kali. Pertama setelah pendudukan Polandia, dan kedua setelah Jerman menduduki Perancis. Ia juga mengirimkan deputinya, Rudolp Hess, terbang ke Skotlandia untuk menemui seorang bangsawan Inggris yang anti-perang sebelum akhirnya pesawat Hess ditembak jatuh dan Hess dipenjara tanpa proses pengadilan dan diberi kesempatan untuk menyatakan maksud kedatangannya ke Inggris.
6. Setelah berhasil menduduki Perancis dan berhasil mendirikan pemerintahan Perancis yang akomodatif dengan Jerman, Hitler membiarkan begitu saja armada angkatan laut Perancis di luar negeri, tidak memasukkannya ke dalam komando perang Jerman-Perancis. Akibatnya armada tersebut justru memerangi Jerman.
7. Hitler melarang Mussolini menyerbu Yunani. Larangan ini dilanggar Mussolini dan kemudian justru menjadi bola api panas bagi Jerman. Untuk memadamkan perlawanan Yunani, Jerman terpaksa harus mengalihkan sebagian pasukannya untuk membantu Mussolini.
8. Jerman menyerang Polandia karena negeri itu terus mempermainkan Jerman (karena provokasi Inggris dan Perancis) dalam perundingan soal wilayah Sudetan, wilayah Jerman yang secara tidak adil diserahkan kepada Polandia dalam Perjanjian Perancis tahun 1919.
Ketika banyak dogma sejarah seputar Perang Dunia II yang terbongkar kepalsuannya sebagaimana kepalsuan "holocoust", persepsi serba negatif terhadap Adolf Hitler juga sebaiknya dikaji kembali. Kita harus melihat sebuah peristiwa dari berbagai sudut agar penilaian kita menjadi lebih obyektif.
Perlu diketahui bahwa Perang Dunia I dan peristiwa-peristiwa selanjutnya yang menjadi salah satu faktor utama terjadinya perang dunia selanjutnya, cukup memberi alasan rakyat Jerman yang dipimpin Hitler untuk melakukan langkah-langkah yang menjadi pretex kelahiran perang dunia II.
Jerman secara militer sebenarnya telah memenangkan perang dunia I. Tidak ada seorang prajurit bahkan sebutir peluru musuh yang memasuki wilayah Jerman. Sebaliknya Perancis dan Inggris menderita kehancuran militer dan ekonomi. Armada kapal selam Jerman yang superior pada masa itu berhasil menetralisir armada laut Inggris yang superpower dan memblokade Inggris secara total. Angkatan Perang Perancis hancur dalam Perang Parit di Verdun dan Somme. Rusia menarik diri dari medan perang setelah menderita kekalahan hebat.
Namun tiba-tiba saja tanpa pernah diperkirakan Jerman dan sekutunya, Amerika melibatkan diri. Dengan jumlah pasukan yang mencapai 1 juta orang lebih yang diterjunkan ke Eropa (dan korbannya mencapai 150.000 orang lebih), Amerika berhasil merubah keseimbangan perang dan kemudian memaksa Jerman menyerah. Inggris pun tampil sebagai pemenang, tapi dengan syarat yang telah ditentukan sebelum Amerika tampil, yaitu memberikan tanah Palestina yang merupakan wilayah administratif Inggris, kepada orang-orang yahudi untuk didirikan negara Israel melalui sebuah dokumen yang dikenal sebagai Deklarasi Balfour.
Keterlibatan Amerika dan gerakan pendirian negara Israel di Palestina menyadarkan rakyat Jerman bahwa orang-orang yahudi telah mengkhianati mereka, termasuk orang-orang yahudi yang tinggal di Jerman. Ditambah dengan periswita Revolusi Bolshevik di Rusia dan gerakan komunisme yang marak di Jerman dan negara-negara Eropa yang diketahui luas oleh masyarakat digerakkan oleh orang-orang yahudi, rakyat Jerman menjadi sangat antipati terhadap orang-orang yahudi. Ditambah dengan Perjanjian Paris yang mengakhiri perang dunia I yang sangat memberatkan ekonomi Jerman, sempurnalah sudah pengkhiatan orang-orang yahudi terhadap Jerman. (Perjanjian ini dirancang oleh orang-orang yahudi, dihadiri oleh 117 tokoh yahudi internasional).
Padahal sebenarnya orang-orang yahudi telah mendapatkan semuanya di Jerman. Orang-orang terkaya di dunia saat itu sebagian besarnya adalah orang yahudi Jerman. Ada Rathenau. Ada Balin yang memiliki dua perusahaan pelayaran laut raksasa North German Lloyd’s dan Hamburg-American Lines. Ada Bleichroder yang mengurusi perusahaan keuangan keluarga Hohenzollern. Ada keluarga Warburg yang menguasai perbankan internasional, termasuk memiliki saham bank sentral Amerika. Jerman juga menjadi tempat pelarian yang nyaman orang-orang komunis Rusia yang gagal dalam pemberontakan pertama tahun 1905.
Lalu apa kesalah Jerman sehingga orang-orang yahudi memusuhinya? Kesalahannya adalah karena Jerman muncul sebagai negara kuat yang makmur sejak akhir abad 19. Dan bagi orang-orang yahudi negara seperti itu menjadi sasaran paling "enak" untuk dikuasai, dihisap madunya dan kemudian dibiarkan mati untuk ditinggalkan dan orang-orang yahudi itu pindah ke negara lainnya yang tumbuh kuat. Mereka telah melakukan hal itu di Mesir (datang sebagai pengungsi di jaman nabi Yusuf, kemudian menjadi penguasa sebelum jaman nabi Musa). Mereka juga melakukannya pada bangsa Babilonia, Persia (jaman Raja Cyrus), Romawi, Inggris, dan saat ini Amerika. (Orang-orang yahudi juga mulai aktif berbisnis di Cina, negara yang diperkirakan dalam satu dasawarsa mendatang akan menjadi negara superpower ekonomi dan militer mengalahkan Amerika).
Pengkhianatan yahudi kepada Jerman tidak berhenti sampai Perjanjian Paris tahun 1919. Orang-orang komunis yahudi berusaha mengambil alih kekuasaan atas negeri Jerman yang hancur setelah perang. Mereka bahkan sempat menguasai wilayah Bavaria tahun 1919. Kenyataannya bahwa setelah perang, keluarga kaisar Jerman tinggal di Belanda karena khawatir nasibnya akan sama dengan tsar Rusia yang dikudeta oleh orang-orang komunis yahudi dan dieksekusi mati dengan keji.
Bahkan setelah pemberontakan komunisme Jerman dihancurkan, orang-orang yahudi Jerman terus aktif berusaha menguasai negara, sementara orang Jerman melawan tanpa kekerasan. Saat itu rakyat Jerman berjumlah sekitar 90 juta jiwa dan orang yahudi hanya 460.000 jiwa. Namun yahudi menguasai pers, dan sumber-sumber ekonomi vital yang merosot harganya karena perang dan diborong oleh orang-orang yahudi. Bahkan ketika masyarakat yahudi internasional menyerukan boikot terhadap Jerman, rakyat Jerman masih menahan diri.
Aksi-aksi kekerasan oleh rakyat Jerman baru terjadi setelah seorang pemuda yahudi menembak mati seorang diplomat Jerman di Perancis tahun 1938. Namun bahkan dalam situasi seperti ini rakyat Jerman masih memperlakukan orang-orang yahudi secara manusiawi. Dan yang mengejutkan adalah bahwa Hitler bahkan memberikan solusi kepada orang-orang yahudi untuk pindah ke Palestina dengan damai, utuh dengan harta bendanya.
Ksatria Templar dan Penerusnya Saat Ini
Ksatria Templar adalah sebuah fenomena sejarah yang sangat unik dan menarik. Hanya sebuah sekte agama Kristen yang didirikan oleh beberapa ksatria tentara salib pada masa Perang Salib I di abad 11, Templar berubah menjadi penguasa de facto Eropa selama dua abad, menjadikan para raja dan bangsawan sebagai "bawahan". Mereka menguasai secara mutlak bisnis perbankan, perdagangan, jasa transportasi selain menguasai properti berupa tanah dan kastil terbesar di Eropa. Mereka hanya bertanggungjawab kepada Sri Paus.
Menyusul pendudukan Jerussalem oleh orang-orang Islam, kaum kristen di Eropa bangkit fanatismenya. Namun baru setelah Peter the Hermit dan puluhan ribu pasukan petani-nya yang diikuti oleh wanita dan anak-anak, tewas menyedihkan tanpa pernah sampai di Jerussalem (sebagian besar di antaranya dibunuh oleh pasukan Byzantium), Sri Paus Urbanus II, para raja dan bangsawan baru Eropa baru tergugah untuk mengirimkan pasukan "pembebas" Jerussalem yang disebut juga tentara salib atau crusader.
Pada tahun 1095, Paus Urbanus II mengirimkan pasukan besar crusader di bawah komando Godefroi de Bouillon, Duke of Lower Lorraine, untuk merebut Jerussalem dari tangan orang-orang Islam. Pasukan ini berhasil menjalankan misinya dan menguasai Jerussalem dan sekitarnya. Oleh pasukannya dan atas restu Sri Paus, Godefroi yang merupakan seorang keturunan yahudi, kemudian diangkat menjadi Raja Jerussalem dan bertahta di masjidil Aqsa di dalam kompleks Kuil Sulaiman.
Setelah kematian Godefroi tahun 1099, sembilan ksatria Perancis mendirikan ordo Templar dengan tujuan utama melindungi peziarah kristen di Jerussalem. Ordo ini kemudian mendapat kepercayaan penuh Raja Jerussalem yang baru, Baldwin of Boulogne, untuk menjadi pengawal komplek Kuil Sulaiman.
Sebelum terusir dari Jerussalem oleh Sultan Salahuddin Ayyubi, para Templar, demikian cerita yang masih kontroversial, menemukan harta karun yang tersimpan di bawah kuil sejak jaman Raja Sulaiman. Harta karun ini tidak saja berupa emas dan perak dengan jumlah tak terkira, namun juga peninggalan-peninggalan bersejarah paling berharga seperti artifak kitab-kitab kuno suci Injil dan Taurat hingga batu tablet Musa tempat diukirnya 10 perintah Tuhan kepada Musa.
Sekembalinya ke Eropa tahun 1128, Ordo Templar menjadi ordo yang paling berpengaruh, berkat harta karun Raja Sulaiman yang mereka temukan. (Keberadaan harta karun ini terkonfirmasi oleh dokumen kuno "Dead Sea Schrolls" yang berhasil diterjemahkan oleh Universitas Manchester tahun 1956). Pada tahun itu, melalui Council of Troyes di Troyes Perancis yang dipimpin oleh St Bernard dan dihadiri utusan Paus, Ordo Templar diresmikan sebagai ordo resmi agama Kristen. Kemudian pada tahun 1139 Paus Innocent mengeluarkan dekrit yang menyatakan Ordo Templar bebas dari semua kekuasaan kecuali kekuasaan Paus. Sebagai konsekwensinya, Templar mendapatkan wilayah kekuasaan yang terbentang antara Inggris hingga Palestina dan sebagian besar properti yang berada di dalamnya. Raja Inggris Henry I segera memberikan hadiah besar-besaran kepada Templar dan Raja Spanyol Alfonso menyerahkan 1/3 wilayahnya untuk Templar.
Namun kekuatan sebenarnya yang dimiliki oleh Ordo Templar adalah kekuasaannya sebagai pemegang monopoli perbankan. Dengan kekayaan yang dimilikinya, para raja dan bangsawan tidak lebih sebagai orang miskin di hadapannya. Selain kewajiban membayar pajak kepada ordo Templar, para raja dan bangsawan juga terjerat dalam praktik riba yang dilakukan Templar.
Yah, meski secara resmi Templar adalah ordo agama Kristen yang melarang riba, Templar pada kenyataannya adalah sekte bid'ah penyembah berhala. Secara diam-diam mereka masih mempraktikkan ritual-ritual kuno penyembahan berhala yang pernah dilakukan bangsa-bangsa Mesir dan Babilonia dan ditiru oleh orang-orang yahudi moyang mereka. Yah, mereka adalah keturunan yahudi parisi dan saduki yang telah membunuhi nabi-nabi dan berusaha menyalibkan Nabi Isa. Mereka berbeda dengan yahudi essene (nashara) penyembah Tuhan yang Esa.
Karena kekuasaannya yang luar biasa yang diperoleh tiba-tiba itu membuat para raja dan bangsawan menaruh iri kepada mereka. Sri Paus dan para pendeta pun akhirnya mengetahui penyimpangan agama para Templar. Apalagi karena kemudian disadari bahwa agama bid'ah seperti Templar telah menyebar bak jamur di musim hujan. Selain Templar, masih terdapat beberapa sekte kristen bid'ah lainnya seperti sekte cistercian, sekte cathary, serta beberapa ordo fremason seperti Brotherhood of the Third Degree, Children of Father Soubise.
Pada tahun 1208 Paus Innocent III mengirimkan 30.000 pasukan kepausan untuk membasmi sekte-sekte kristen bid'ah di Languedoc, Perancis, yang menjadi basis utama sekte-sekte bid'ah tersebut. Pada tahun 1244 misi penghancuran sekte-sekte bid'ah di Languedoc selesai, namun sampai saat itu sekte Templar masih belum tersentuh. Baru pada tahun 1307 Raja Perancis Philip IV dan Paus Clement V menyerang dan menghancurkan Templar di seluruh Eropa.
Namun Templar tidak hancur sama sekali. Mereka kemudian bergerak di bawah tanah, atau berubah bentuk menjadi ordo-ordo baru seperti Knights Hospitaller yang berhasil membangun bisnis perbankan Swiss hingga eksis sampai kini. Ordo-ordo samaran lainnya di antaranya adalah, Teutonic Knights.
Dalam penyamarannya, para Templar terus aktif menjalankan misinya. Mereka mendorong gerakan protestan untuk memecah agama kristen. Mereka memprovokasi raja-raja untuk melawan Paus. Dan akhirnya pada tahun 1789 mereka sukses menggerakkan Revolusi Perancis yang selain berhasil membalaskan dendam terhadap raja Perancis, juga menghancurkan institusi gereja katholik.
Menyusul pendudukan Jerussalem oleh orang-orang Islam, kaum kristen di Eropa bangkit fanatismenya. Namun baru setelah Peter the Hermit dan puluhan ribu pasukan petani-nya yang diikuti oleh wanita dan anak-anak, tewas menyedihkan tanpa pernah sampai di Jerussalem (sebagian besar di antaranya dibunuh oleh pasukan Byzantium), Sri Paus Urbanus II, para raja dan bangsawan baru Eropa baru tergugah untuk mengirimkan pasukan "pembebas" Jerussalem yang disebut juga tentara salib atau crusader.
Pada tahun 1095, Paus Urbanus II mengirimkan pasukan besar crusader di bawah komando Godefroi de Bouillon, Duke of Lower Lorraine, untuk merebut Jerussalem dari tangan orang-orang Islam. Pasukan ini berhasil menjalankan misinya dan menguasai Jerussalem dan sekitarnya. Oleh pasukannya dan atas restu Sri Paus, Godefroi yang merupakan seorang keturunan yahudi, kemudian diangkat menjadi Raja Jerussalem dan bertahta di masjidil Aqsa di dalam kompleks Kuil Sulaiman.
Setelah kematian Godefroi tahun 1099, sembilan ksatria Perancis mendirikan ordo Templar dengan tujuan utama melindungi peziarah kristen di Jerussalem. Ordo ini kemudian mendapat kepercayaan penuh Raja Jerussalem yang baru, Baldwin of Boulogne, untuk menjadi pengawal komplek Kuil Sulaiman.
Sebelum terusir dari Jerussalem oleh Sultan Salahuddin Ayyubi, para Templar, demikian cerita yang masih kontroversial, menemukan harta karun yang tersimpan di bawah kuil sejak jaman Raja Sulaiman. Harta karun ini tidak saja berupa emas dan perak dengan jumlah tak terkira, namun juga peninggalan-peninggalan bersejarah paling berharga seperti artifak kitab-kitab kuno suci Injil dan Taurat hingga batu tablet Musa tempat diukirnya 10 perintah Tuhan kepada Musa.
Sekembalinya ke Eropa tahun 1128, Ordo Templar menjadi ordo yang paling berpengaruh, berkat harta karun Raja Sulaiman yang mereka temukan. (Keberadaan harta karun ini terkonfirmasi oleh dokumen kuno "Dead Sea Schrolls" yang berhasil diterjemahkan oleh Universitas Manchester tahun 1956). Pada tahun itu, melalui Council of Troyes di Troyes Perancis yang dipimpin oleh St Bernard dan dihadiri utusan Paus, Ordo Templar diresmikan sebagai ordo resmi agama Kristen. Kemudian pada tahun 1139 Paus Innocent mengeluarkan dekrit yang menyatakan Ordo Templar bebas dari semua kekuasaan kecuali kekuasaan Paus. Sebagai konsekwensinya, Templar mendapatkan wilayah kekuasaan yang terbentang antara Inggris hingga Palestina dan sebagian besar properti yang berada di dalamnya. Raja Inggris Henry I segera memberikan hadiah besar-besaran kepada Templar dan Raja Spanyol Alfonso menyerahkan 1/3 wilayahnya untuk Templar.
Namun kekuatan sebenarnya yang dimiliki oleh Ordo Templar adalah kekuasaannya sebagai pemegang monopoli perbankan. Dengan kekayaan yang dimilikinya, para raja dan bangsawan tidak lebih sebagai orang miskin di hadapannya. Selain kewajiban membayar pajak kepada ordo Templar, para raja dan bangsawan juga terjerat dalam praktik riba yang dilakukan Templar.
Yah, meski secara resmi Templar adalah ordo agama Kristen yang melarang riba, Templar pada kenyataannya adalah sekte bid'ah penyembah berhala. Secara diam-diam mereka masih mempraktikkan ritual-ritual kuno penyembahan berhala yang pernah dilakukan bangsa-bangsa Mesir dan Babilonia dan ditiru oleh orang-orang yahudi moyang mereka. Yah, mereka adalah keturunan yahudi parisi dan saduki yang telah membunuhi nabi-nabi dan berusaha menyalibkan Nabi Isa. Mereka berbeda dengan yahudi essene (nashara) penyembah Tuhan yang Esa.
Karena kekuasaannya yang luar biasa yang diperoleh tiba-tiba itu membuat para raja dan bangsawan menaruh iri kepada mereka. Sri Paus dan para pendeta pun akhirnya mengetahui penyimpangan agama para Templar. Apalagi karena kemudian disadari bahwa agama bid'ah seperti Templar telah menyebar bak jamur di musim hujan. Selain Templar, masih terdapat beberapa sekte kristen bid'ah lainnya seperti sekte cistercian, sekte cathary, serta beberapa ordo fremason seperti Brotherhood of the Third Degree, Children of Father Soubise.
Pada tahun 1208 Paus Innocent III mengirimkan 30.000 pasukan kepausan untuk membasmi sekte-sekte kristen bid'ah di Languedoc, Perancis, yang menjadi basis utama sekte-sekte bid'ah tersebut. Pada tahun 1244 misi penghancuran sekte-sekte bid'ah di Languedoc selesai, namun sampai saat itu sekte Templar masih belum tersentuh. Baru pada tahun 1307 Raja Perancis Philip IV dan Paus Clement V menyerang dan menghancurkan Templar di seluruh Eropa.
Namun Templar tidak hancur sama sekali. Mereka kemudian bergerak di bawah tanah, atau berubah bentuk menjadi ordo-ordo baru seperti Knights Hospitaller yang berhasil membangun bisnis perbankan Swiss hingga eksis sampai kini. Ordo-ordo samaran lainnya di antaranya adalah, Teutonic Knights.
Dalam penyamarannya, para Templar terus aktif menjalankan misinya. Mereka mendorong gerakan protestan untuk memecah agama kristen. Mereka memprovokasi raja-raja untuk melawan Paus. Dan akhirnya pada tahun 1789 mereka sukses menggerakkan Revolusi Perancis yang selain berhasil membalaskan dendam terhadap raja Perancis, juga menghancurkan institusi gereja katholik.
Konspirasi 2012
Konspirasi 2012
http://www.illuminati.moonfruit.com/communities/8/004/005/250/998/images/4508568053.jpg
1. Ramalan Bangsa Maya
Kalender Maya,kalender yang diakui sebagai kalender tertepat di dunia berakhir pada tanggal 21 Desember 2012. Banyak orang percaya bahwa tanggal 2012 adalah akhir kehidupan, akhir dari segala-galanya hanya karena kalender ini. Kenapa harus diambil pusing? toh, tidak semua hal di dunia ini bergantung pada kalender itu kok. Mungkin saja para bangsa maya tadi tiba-tiba diserang ketika akan membuat tanggal berikutnya.
2. Perang Dunia ke III
Parahnya krisis ekonomi global yang bermula tahun 2008 kemarin semakin menyulut amarah para petinggi bangsa-bangsa untuk berkoalisi dan menghabiskan penyebab krisis ekonomi dunia. Ini mungkin terjadi karena jika Global Crisis ini semakin parah, maka akan sulit memenuhi kebutuhan hidup sedangkan tidak mungkin kita mengubah kebijakan dengan menurunkan kurs US$ dengan mudah karena the Americans juga butuh makan.
Oleh karena masalah-masalah ini, akan ada suatu sulutan yang akan menyulut para bangsa-bangsa di dunia untuk berperang menurunkan harga US$. Dikarenakan pesatnya perkembangan teknologi militer dengan robot dan senjata-senjata canggih ditakutkan akan banyak korban meninggal karena senjata-senjata nuklir dan bom-bom dashyat yang akan menghujani permukaan bumi kita.
3. Perpindahan Manusia ke Planet lain
Berita dari Paragon space development Corporation dan Odyssey Moon telah mengembangkan sebuah rumah kaca di Bulan yang akan ditanami tumbuh-tumbuhan proses penanaman bibit tanaman di di bulan ini, bisa jadi merupakan tonggak awal untuk mengirim manusia untuk tinggal di bulan ataupun planet lain. Tentu saja mereka harus menemukan solusi untuk dapat memproduksi makanan dan oksigen, dua hal yang tidak ada di permukaan bulan.
Ketika semua itu terjadi dan semua solusi sudah ditemukan,maka bukan tidak mungkin 60% penduduk dunia akan pindah ke bulan ataupun planet lain.
4. Tabrakan Bumi dengan Planet X (Nibiru)
Mungkinkah akan ada planet atau benda langit lainnya yang melenceng dari orbitnya dan bertumbukan dengan bumi? Saya pernah membaca artikel tentang teori kehancuran bumi.. Bagi yang belum pernah baca silahkan cari artikelnya di google. Konon, sekarang ada sebuah planet dari galaxy lain (bumi terletak di galaxy bima sakti) yang massanya 100 kali lipat massa bumi.
Planet ini diberi nama planet x (nibiru) atau planet humongous, dan sekarang sedang bergerak menuju bumi. Karena massanya besar maka gaya grafitasi dan medan magnetnya sangat sangat besar, dan akan menyebabkan bumi mengorbit berlawanan dengan arah revolusi bumi sekarang ini, sehingga matahari akan terbit dari barat.
Selain itu sebelum planet nibiru ini bertabrakan dengan bumi, terlebih dahulu akan diawali dengan tertariknya benda-benda di bumi dan isi bumi ke arah planet tersebut. Lahar dan isi perut bumi akan keluar dari inti bumi.
Tapi menurut NASA tabrakan antara bumi dengan planet x akan terjadi pada tahun 2052 atau 2053 dan bukan pada tahun 2012 seperti yang diramalkan pada kalender Maya.
5. Efek "Global Warming"
Sebagian mengaitkan ramalan ini dengan pemanasan global. Mencairnya es di kutub akan menyebabkan banjir yang sangat dahsyat dan selain itu badai yang sangat kuat juga akan terjadi akibat perbedaan suhu dipermukaan laut akibat mencairnya es ini. Mencairnya es di kutub ini akan menutup sebagian besar permukaan bumi.
Mungkin tempat dimana kita hidup sekarang akan menjadi seperti Atlantis yang tenggelam dahulu kala.
6. Konspirasi PBB di Tahun 2012
Begitu banyak fakta-fakta konspirasi dan ketidakadilan menyangkut PBB. Namun ada satu konspirasi PBB yang luput dari perhatian khalayak ramai yakni tentang rencana Konspirasi untuk mengurangi populasi dunia sehingga dunia ini hanya dihuni oleh 500 juta manusia. Hal ini berarti pengurangan sekitar 93% penduduk dunia.
Hal tersebut berangkat dari pemikiran bahwa dunia dengan segala kekayaan alamnya, dengan seluruh ekosistemnya, rantai makanannya, serta sistem alamiah yang ada, tidak akan sanggup untuk menopang kehidupan umat manusia sebanyak sekarang—sekitar 6 miliar orang—dengan baik.
Untuk menciptakan satu dunia yang lebih baik, maka diperlukan pengurangan jumlah populasi umat manusia sebanyak 93%-nya atau dunia ini hanya mampu untuk menopang kehidupan 500 juta manusia. Salah satu forum internasional yang membahas masalah ini adalah pertemuan National Association of Nutrition Professional (NANP- 2005 Conference).
Dalam presentasinya yang berjudul “Codex and Nutricide’, Dr. Rima Laibow dari Natural Solutions Foundation (bisa dilihat di www.HealthFreedomUSA.org) mengatakan, “…mereka yang menguasai makanan akan menguasai dunia… Mereka telah mengatakan pada tahun 1962 bahwa Proyek Codex Alimentarius (http://www.codexalimentarius.net/web/index_en.jsp) secara global akan diimplementasikan pada 31 Desember 2009. Ini merupakan semacam cetak biru. Proyek Dunia ini diarahkan oleh WHO dan FAO, dua lembaga dunia di bawah PBB yang membidangi masalah kesehatan dan pangan…”
Dalam ceramahnya, Dr. Laibow tiba-tiba menyuruh para hadirin untuk diam dan mengencangkan ikat pinggang. Dia kemudian berkata, “Di tahun 1994, diam-diam, tanpa sepengetahuan masyarakat luas Amerika, Codex menyatakan bahwa Gizi adalah racun, yang berarti berbahaya dan harus dihindari.
Di bawah ketentuan Codex, semua sapi perah di muka bumi ini WAJIB diinjeksi dengan hormon pertumbuhan yang diproduksi oleh satu-satunya perusahaan yakni Monsanto. Dan lebih jauh lagi, semua hewan ternak yang digunakan sebagai bahan makanan di planet ini harus disusupkan bahan anti biotik khusus dan hormon pertumbuhan buatan.
Hasilnya:
- Minimum kematian sekitar 3 miliar jiwa.
–> Satu miliar lewat kematian secara langsung, mereka ini adalah orang-orang yang gagal di mata para korporasi dunia (maksudnya orang2 yang kurang mampu/ miskin)
–> 2 miliar jiwa sisanya, akan menemui kematian akibat penyakit yang sesungguhnya bisa dicegah, yakni kurang gizi.
After all, semua ini masih isu, jangan terlalu percaya dan terlalu menganggap ini sebuah enigma.
from: jodysmoove.blogspot.com
http://www.illuminati.moonfruit.com/communities/8/004/005/250/998/images/4508568053.jpg
1. Ramalan Bangsa Maya
Kalender Maya,kalender yang diakui sebagai kalender tertepat di dunia berakhir pada tanggal 21 Desember 2012. Banyak orang percaya bahwa tanggal 2012 adalah akhir kehidupan, akhir dari segala-galanya hanya karena kalender ini. Kenapa harus diambil pusing? toh, tidak semua hal di dunia ini bergantung pada kalender itu kok. Mungkin saja para bangsa maya tadi tiba-tiba diserang ketika akan membuat tanggal berikutnya.
2. Perang Dunia ke III
Parahnya krisis ekonomi global yang bermula tahun 2008 kemarin semakin menyulut amarah para petinggi bangsa-bangsa untuk berkoalisi dan menghabiskan penyebab krisis ekonomi dunia. Ini mungkin terjadi karena jika Global Crisis ini semakin parah, maka akan sulit memenuhi kebutuhan hidup sedangkan tidak mungkin kita mengubah kebijakan dengan menurunkan kurs US$ dengan mudah karena the Americans juga butuh makan.
Oleh karena masalah-masalah ini, akan ada suatu sulutan yang akan menyulut para bangsa-bangsa di dunia untuk berperang menurunkan harga US$. Dikarenakan pesatnya perkembangan teknologi militer dengan robot dan senjata-senjata canggih ditakutkan akan banyak korban meninggal karena senjata-senjata nuklir dan bom-bom dashyat yang akan menghujani permukaan bumi kita.
3. Perpindahan Manusia ke Planet lain
Berita dari Paragon space development Corporation dan Odyssey Moon telah mengembangkan sebuah rumah kaca di Bulan yang akan ditanami tumbuh-tumbuhan proses penanaman bibit tanaman di di bulan ini, bisa jadi merupakan tonggak awal untuk mengirim manusia untuk tinggal di bulan ataupun planet lain. Tentu saja mereka harus menemukan solusi untuk dapat memproduksi makanan dan oksigen, dua hal yang tidak ada di permukaan bulan.
Ketika semua itu terjadi dan semua solusi sudah ditemukan,maka bukan tidak mungkin 60% penduduk dunia akan pindah ke bulan ataupun planet lain.
4. Tabrakan Bumi dengan Planet X (Nibiru)
Mungkinkah akan ada planet atau benda langit lainnya yang melenceng dari orbitnya dan bertumbukan dengan bumi? Saya pernah membaca artikel tentang teori kehancuran bumi.. Bagi yang belum pernah baca silahkan cari artikelnya di google. Konon, sekarang ada sebuah planet dari galaxy lain (bumi terletak di galaxy bima sakti) yang massanya 100 kali lipat massa bumi.
Planet ini diberi nama planet x (nibiru) atau planet humongous, dan sekarang sedang bergerak menuju bumi. Karena massanya besar maka gaya grafitasi dan medan magnetnya sangat sangat besar, dan akan menyebabkan bumi mengorbit berlawanan dengan arah revolusi bumi sekarang ini, sehingga matahari akan terbit dari barat.
Selain itu sebelum planet nibiru ini bertabrakan dengan bumi, terlebih dahulu akan diawali dengan tertariknya benda-benda di bumi dan isi bumi ke arah planet tersebut. Lahar dan isi perut bumi akan keluar dari inti bumi.
Tapi menurut NASA tabrakan antara bumi dengan planet x akan terjadi pada tahun 2052 atau 2053 dan bukan pada tahun 2012 seperti yang diramalkan pada kalender Maya.
5. Efek "Global Warming"
Sebagian mengaitkan ramalan ini dengan pemanasan global. Mencairnya es di kutub akan menyebabkan banjir yang sangat dahsyat dan selain itu badai yang sangat kuat juga akan terjadi akibat perbedaan suhu dipermukaan laut akibat mencairnya es ini. Mencairnya es di kutub ini akan menutup sebagian besar permukaan bumi.
Mungkin tempat dimana kita hidup sekarang akan menjadi seperti Atlantis yang tenggelam dahulu kala.
6. Konspirasi PBB di Tahun 2012
Begitu banyak fakta-fakta konspirasi dan ketidakadilan menyangkut PBB. Namun ada satu konspirasi PBB yang luput dari perhatian khalayak ramai yakni tentang rencana Konspirasi untuk mengurangi populasi dunia sehingga dunia ini hanya dihuni oleh 500 juta manusia. Hal ini berarti pengurangan sekitar 93% penduduk dunia.
Hal tersebut berangkat dari pemikiran bahwa dunia dengan segala kekayaan alamnya, dengan seluruh ekosistemnya, rantai makanannya, serta sistem alamiah yang ada, tidak akan sanggup untuk menopang kehidupan umat manusia sebanyak sekarang—sekitar 6 miliar orang—dengan baik.
Untuk menciptakan satu dunia yang lebih baik, maka diperlukan pengurangan jumlah populasi umat manusia sebanyak 93%-nya atau dunia ini hanya mampu untuk menopang kehidupan 500 juta manusia. Salah satu forum internasional yang membahas masalah ini adalah pertemuan National Association of Nutrition Professional (NANP- 2005 Conference).
Dalam presentasinya yang berjudul “Codex and Nutricide’, Dr. Rima Laibow dari Natural Solutions Foundation (bisa dilihat di www.HealthFreedomUSA.org) mengatakan, “…mereka yang menguasai makanan akan menguasai dunia… Mereka telah mengatakan pada tahun 1962 bahwa Proyek Codex Alimentarius (http://www.codexalimentarius.net/web/index_en.jsp) secara global akan diimplementasikan pada 31 Desember 2009. Ini merupakan semacam cetak biru. Proyek Dunia ini diarahkan oleh WHO dan FAO, dua lembaga dunia di bawah PBB yang membidangi masalah kesehatan dan pangan…”
Dalam ceramahnya, Dr. Laibow tiba-tiba menyuruh para hadirin untuk diam dan mengencangkan ikat pinggang. Dia kemudian berkata, “Di tahun 1994, diam-diam, tanpa sepengetahuan masyarakat luas Amerika, Codex menyatakan bahwa Gizi adalah racun, yang berarti berbahaya dan harus dihindari.
Di bawah ketentuan Codex, semua sapi perah di muka bumi ini WAJIB diinjeksi dengan hormon pertumbuhan yang diproduksi oleh satu-satunya perusahaan yakni Monsanto. Dan lebih jauh lagi, semua hewan ternak yang digunakan sebagai bahan makanan di planet ini harus disusupkan bahan anti biotik khusus dan hormon pertumbuhan buatan.
Hasilnya:
- Minimum kematian sekitar 3 miliar jiwa.
–> Satu miliar lewat kematian secara langsung, mereka ini adalah orang-orang yang gagal di mata para korporasi dunia (maksudnya orang2 yang kurang mampu/ miskin)
–> 2 miliar jiwa sisanya, akan menemui kematian akibat penyakit yang sesungguhnya bisa dicegah, yakni kurang gizi.
After all, semua ini masih isu, jangan terlalu percaya dan terlalu menganggap ini sebuah enigma.
from: jodysmoove.blogspot.com
Subscribe to:
Comments (Atom)


